Archive for January, 2012

Kissah TAHITIAN NONI International

1955 , Dr. Ralph Heiniche menemukan suatu zat yg sangat bermanfaat yg dinamainya “xeronine”. Dia memulai penelitian untuk makanan yg memiliki banyak sumber xeronine. Dia kemudian menemukan bahwa Morinda Citrifolia atau Noni merupakan tanaman yg kaya akan xeronine, yg sekarang dikenal sebagai “iridoid”

1995, John Wadsworth , seorang ilmuwan makanan dan ahli gizi yg sebelumnya telah melakukan studi pribadi tentang noni, mengunjungi Tahiti dan berbicara langsung dengan penduduk dan pejabat pejabat pemerintahan. Setelah menemukan sebuah lembah terisolasi dan dipenuhi pohon noni dia melaporkan, “Buah itu akan memberkati kehidupan jutaan orang dan akan memberkati kehidupan orang-orang Tahiti “.

Juli 1996, Morinda Inc., perusahaan induk Tahitian Noni International (TNI) didirikan di Lindon, Utah oleh : John Wadsworth, Stephen Story, Kerry Asay, Kim Asay dan Kelly Olsen. Beberapa tahun kemudian kantor Pusat (TNI) berkedudukan di Provo, Utah.

1997, Perusahaan ini menempatkan 33 juta dollar untuk pemasaran selama tahun pertama bisnisnya. Satu keistimewaan produk-produk Tahitian Noni adalah pengawasan yg ketat terhadap seluruh proses pabriknya untuk memastikan kualitas yg tidak dapat tertandingi. Para penuai secara khusus dilatih bagaimana dan kapan buah harus dipetik, dengan tujuan mempertahankan kesejahteraan pohonnya dan keutuhan lingkungan pulaunya.

1998, tahun kedua perusahaan ini. Penjualan kotor produk-produk Tahitian Noni mencapai 130 juta dollar.

1999,  tonggak sejarah baru. Penjualan sebulan mencapai 30 juta dollar. Total penjualan tahunan 300 juta dollar.

2001, Perusahaan ini menempati peringkat nomor 26 dari 500 perusahaan swasta yg tercepat pertumbuhannya di Amerika Serikat.

2002, Kantor Pusat TNI yg baru dibuka di Provo, Utah seluas 150000 kaki2 (13.935m2).

2003, Penjualan kumulatif mencapai 2 milyar dolar. 1 milyar dollar komisi kumulatif dibayarkan kepada para distributor.

3 Desember 2005, open house untuk Tahitian Noni International Indonesia. Tahitian Noni International adalah perusahaan dengan kecepatan berkembang no.4 didunia dibawah Google, Intel, dan Fedex.

Augustus 2011, dari  penelitian pada 1400 perusahaan besar di Amerika dinyatakan bahwa Tahitian Noni International adalah perusahaan paling sehat.

Suatu Kissah Yang Dimulai Ribuan Tahun Lalu

Sekitar 4000 – 2000 Sebelum Masehi (SM), Noni yg disebut “Ashyuka” digunakan dalam sistem medis ” Ilmu Pengetahuan akan Kehidupan yg Panjang ” oleh orang Asia kuno. Naskah Ayurvedik kuno menyebut noni Ashyuka, bahasa Sansekerta menyebutnya “umur panjang”. Naskah tersebut menjelaskan bahwa noni menyeimbangkan tubuh, menstabilkannya dalam keadaan harmonis yg sempurna.
Sekitar 500 SM, para penjelajah meninggalkan Asia Tenggara, melakukan penyelidikan bagi cakrawala baru menyeberangi lautan. Mereka membawa serta tanaman yg diperlukan untu mempertahankan hidup seperti kelapa, pandanus, singkong, dan Noni yg berharga dan dinilai sebagai rahasia kesehatan.
Sekitar 200 SM – 200 M, para penjelajah yg jadi leluhur orang Polinesia menempati kepulauan bergunung api yg sekarang dikenal sebagai “Tahiti Nui”, merupakan lingkungan yg sempurna bagi Noni berkembang. Tanah yg subur, udara yg bersih dan sedikit flora lainnya membuat Noni tumbuh secara liar dan jadi pilar peradaban orang Polinesia. Tahiti didiami oleh orang Tahiti yg menyebarkan buah noni diseluruh Pasifik.
1769 M, Kapten James Cook dan krunya menemukan kepulauan yg bagaikan firdaus Tahiti. Dia mencatat penggunaan noni diantara penduduknya. Selama berabad-abad orang Tahiti hidup dalam keharmonisan bersama tanaman noni mereka dan memperoleh manfaat dari khasiatnya yg meningkatkan kesehatan. Semua bagian dari tanaman noni digunakan : buah, daun, benih, dan kulit kayunya. Pemahaman dan penggunaan noni diteruskan dari generasi ke generasi di Polinesia.

Sembuh Dari Gangguan Fungsi Hati dan Empedu

Hasil pemeriksaan Lab dan USG pada fungsi hati dan empedu “Kherly Herdyanto Emor” : SGOT, SGPT, Gamma GT, dan Alkali Fostapase menunjukkan  semuanya jauh diatas normal. Kantong empedu membesar penuh batu dan lumpur (sludge).

Melalui seorang teman dikenalkan Tahitian Noni Bioaktif Beverage (TNBB), selanjutnya mencari tambahan informasi melalui  internet.

Sesuai anjuran konsultan TNBB, pada 4 hari pertama  Kherly minum 60ml setiap satu jam atau kurang lebih satu botol (isi 1000ml) setiap hari. Selanjutnya 14 hari berikutnya dosis 30ml setiap jam atau kurang lebih setengah botol tiap hari.

Sementara itu Kherly mengatur pola makan dengan menghindari  makanan-makanan yang berminyak dan daging diganti sayur-sayuran dan ikan yang direbus. Memperbanyak makan buah-buahan terutama apel setiap hari, dan istirahat yang baik.

Setelah sebulan minum TNBB  melakukan pemeriksaan Lab dan USG, hasilnya jauh membaik. Sebulan kemudian melakukan pemeriksaan Lab dan USG lagi dan hasilnya menunjukkan semua  fungsi hati kembali normal.

“ Puji Tuhan yang telah menyembuhkan saya melalui TNBB dan terima kasih pada Tahitian Noni yang sudah membantu”, kata Kherly mensyukuri  dan sudah beraktifitas kembali seperti biasa.

Sembuh dari Kanker Otak

Eka Ferianti isteri dari Fachri Fadillah di Jakarta menuturkan sebagai berikut :

” Saya sering merasakan sakit kepala namun biasanya dapat teratasi dengan minum obat yg dibeli diwarung. Pada tgl 29 Juli 2011 saya kembali merasakan sakit kepala. Seperti biasa saya minum obat warung tetapi kali ini tidak ada perubahan. Hal ini saya sampaikan suami dan lalu melakukan refleksi pada jempol kaki saya. Namun sakitnya malah menjadi jadi. Saya hanya bisa pasrah karena tidak tahu harus bagaimana lagi.

Besok malamnya saya ke dokter dan hanya diberi obat penenang.
Tanggal 31 Juli 2011 sakit kepala saya kambuh lagi. Kali ini  minta ampun sakitnya, kepala seperti ditekan keras sehingga saya tidak kuat menahannya.
Tanggal 01 Augustus 2011 saya melakukan CT Scan pada kepala sesuai rekomendasi dokter. Dari hasil CT Scan saya divonis terkena kanker otak dengan diameter 3 cm. Kanker yg tadinya berada disebelah kiri depan, kini sudah mulai menyebar ke area otak sebelah kanan.

Masya Allah saya bagaikan disambar petir disiang bolong. Saya dan suami berusaha untuk sabar dan tenang lalu cerita pada orang tua. Masaalah ini diteruskan pada tante yg sudah konsumsi Tahitian Noni Bioaktif Beverage (TNBB) atau Tahitian Noni Jus. Selanjutnya saya diantar ke kantor Tahitian Noni (TNI) di Jakarta dalam keadaan sudah tidak ada keseimbangan untuk berdiri, syaraf mata sudah sakit, kuping berdengung dan terasa panas.

Oleh dokter di kantor TNI saya dianjurkan minum TNBB 30ml setiap satu jam dan pantang banyak makanan.
Setelah satu minggu ternyata tidak ada perkembangan yg signifikan. Saya mulai panik dan suami konsultasi kembali.
Dosisnya dirubah jadi 100ml per 3 jam, namun pelaksanaannya justru saya minum 200ml per 3 jam.
Hasilnya sangat luar biasa, saya mengalami detoks yg bervariasi.Dalam sehari saya  bisa  muntah beberapa kali dan air besar saya berwarna hitam pekat. Sempat saya patah arang tidak mau minum TNBB lagi karena efek detoks yg terlalu kuat. Untungnya saya dikelilingi oleh orang-orang yg sabar dan mau memberi pengertian maka saya lanjutkan minum TNBB.

Setelah dua bulan minum TNBB Alhamdulillah membuahkan hasil. Keseimbangan normal kembali, kuping tidak berdengung lagi, dan syaraf mata kembali normal. Saya mulai bisa beraktivitas seperti biasa dan pada bulan ketiga saya bisa kembali masuk kerja.

Kami sungguh tidak bisa membayangkan bagaimana jadinya kalau kami tidak mengenal TNBB. Berapa biaya yg harus dikeluarkan untuk operasi, kemoterapi, dan sebagainya.
Alhamdulillah Allah mengirimkan pertolongannya melalui TNBB. Ia’Orana.”

 

Dinda Alfiana Firda Terkena Radang Otak

” Saya ingin Dinda kembali seperti dulu” ungkap Fardiah Kurniati ibunda Dinda Alfiana Firda.
Dinda yg dulu aktif, cerdas, dan gigih belajar mengalami radang otak fatal, kemunduran perilaku seperti
anak kecil.
Berawal pada Januari 2006 dokter mengatakan Dinda mengalami epilepsi. Ia kerap kejang terutama bila
mengalami letih berat. Pulang dari tur sekolah di Bali dia mengalami kejang hebat selama tiga jam.
Dinda langsung dilarikan ke rumah sakit dan dirawat di ruang ICU selama 8 hari. Kejang hebat itulah
yg merusak susunan saraf otaknya sehingga terjadi radang yg fatal. Dinda tak mengenali sekelilingnya
termasuk keluarganya. “Oh Tuhan Dinda hilang ingatan”, jerit hati Fardiah. Dinda menderita Ensovalitis
(Radang Otak).
Selama dua bulan dirawat di rumah sakit, Dinda tidak menunjukkan tanda-tanda perbaikan. Dr. Haryo
Pratikno yg menanganinya menyarankan agar Dinda diberi minum Tahitian Noni Bioaktif Beverage (TNBB)
karena kandungannya yg mampu mengaktifkan kembali fungsi susunan sel syaraf yg lemah.
Sejak 14 Oktober 2009 Dinda minum TNBB sebanyak 3 x dua sendok makan /hari, setelah minum obat dokter.
Perubahan terjadi setelah Dinda minum botol yg kedua. Ia mulai bisa berjalan, dan berbicarapun sudah
mulai lancar. Kenangan lamanya sudah mulai terkuak, dan keceriaan Dinda pun sudah mulai terpancar kembali.
“Inikah jalan Tuhan untuk kesemmbuhan Dinda? Semoga saja TNBB jadi perpanjangan tangan Tuhan untuk mengembalikan kecerian dan kesehatan anakku” doa Fardiah Kurniati.