Informasi Tahitian Noni

Dokter Bicara
Apa kata para Dokter mengenai khasiat BioAktif Tahitian Noni bagi Kesehatan Anda & Keluarga


More Info...

Penelitian & Validasi

Uji Klinis & Patent

Cara Kerja

Dosis Penggunaan

Tahitian Noni Juice

 

Minum TAHITIAN NONI Bioactive Beverage (TNBB) atau yg biasa disebut Tahitian Noni Juice (TNJ) merupakan solusi mengatasi penyakit dan keluhan kita.

“Kesehatan dan kesembuhan adalah ‘Anugerah Tuhan’ . Terapi, Supplemen termasuk Jus Buah Noni/ Jus Noni Tahiti, hanyalah bahan baku yg diperlukan tubuh untuk memperoleh ‘Karunia  Tuhan ini’ ”                                                                              Isabella Navarre Brown

- Untuk mempertahankan kebugaran tubuh cukup minum teratur 2 x 30ml /hari.
Guna mendapatkan hasil yg optimal hindari makanan/minuman yg mengandung zat2 kimia unorganik seperti antara lain:

  • bahan2 penyedap (MSG)
  • bahan pengawet
  • bahan pewarna buatan
  • bahan pemanis buatan
  • bahan2 plastik yg berubah struktur diatas suhu 40 derajad C

- Untuk mengatasi penyakit akut maupun kronis minum sesuai takaran yg dibutuhkan masing2 kondisi dan penyakit yg diderita. klik disini (lihat cara minum)
Siap dengan reaksi detoksifikasi dan healing crisis yg bentuk dan waktunya berbeda-beda untuk setiap orang.

Aman dikonsumsi tanpa efek samping, dan dapat diminum semua usia dari bayi sampai manula bahkan ibu hamil dan menyusui.
Selamat menikmati.

Sembuh Dari Kanker Payudara.

Ratna Monoarfa  Terhindar Dari Operasi Kanker.

Di usia remaja Ratna (61 thn) pernah operasi pengangkatan tumor payudara.
Pasca operasi Ratna hidup tanpa khawatir tumor tersebut akan datang lagi. Minimnya informasi
dan kalaupun ada info tentang pola hidup untuk mencegah kembalinya tumor ia tidak perdulikan.
” Itulah kesalahan terbesar saya ” kata Ratna.
” Sektar thn 2006,  saya periksa di sebuah Rumah Sakit di Surabaya karena
puting saya saat itu masuk kedalam. Secara positif dokter memvonis bahwa saya mengalami kanker
payudara. Keputusan medis menyatakan bahwa operasi adalah jalan satu-satunya untuk kesembuhan
saya ,” cerita Ratna.
Merasa takut dioperasi, Ratna menjalani berbagai macam pengobatan alternatif seperti akupunktur,
dan minum jamu-jamuan tradisional.
” Saya terpaksa menahan rasa sakit di payudara karena tidak ingin operasi. Alhamdulillah ada
seorang rekan mengenalkan Tahitian Noni (TNBB) pada saya. April 2009 menjadi bulan pertama saya
minum Tahitian Noni dengan dosis 3 x 15cc. Efek positif setelah minum TNBB ini adalah penyakit
insommia yg telah bertahun-tahun saya derita jadi hilang. Sebelumnya saya biasa tidur diatas jam
12 malam, sekarang jam 10 malampun sudah bisa tidur. Setelah beberapa minggu minum, benjolan
sekitar payudara mengempis dan rasa sakit berangsur hilang .” Demikian Ratna menceritakan sebagai
rasa syukur atas kesembuhannya. ” Semoga bermanfaat,” jelasnya.

Tumor Payudara Yang Menyiksa Nia Kurniasih Akhirnya Hilang.

Sejak usia 17 thn Nia Kurniasih (47) sudah menderita Tumor payudara, bahkan di usia remaja itu
dia sudah menjalani operasi tumor di payudara kanannya.
Tahun 1993 ditempat yg sama ditemukan lagi tumor, sehingga harus dilakukan operasi pengangkatan.
Meskipun dokter mengatakan bahwa tumor tsb tergolong jinak namun tidak hilangkan khawatir,
sehingga Nia hanya bisa pasrah dan terus menjaga kesehatannya.
Tahun 2006 khawatirnya jadi kenyataan. Di bagian yg sama kembali ditemukan tumor sehingga operasi
yg ketiga harus dilakukan lagi. Bahkan putri pertamanya yg baru berusia 20 thn juga harus menjalani
operasi tumor di payudara.
Sejak saaat itu Nia dan keluarga harus langganan ke rumah sakit untuk memeriksakan kesehatan.
Tahun 2008 hasil pemeriksaan pada Nia ditemukan sebuah titik tumor pada payudara kiri.
” Mau bagaimana lagi, saya harus terus berusaha berjuang melawannya, sampai akhirnya saya dikenalkan
dengan Tahitian Noni (TNBB) pada bulan Desember 2008. Mulanya karena tidak enak sama teman yg
menawarkan, saya terpaksa membelinya. Karena mahal maka saya hanya rutin minum 2 x 15cc,” kata Nia.
Pemeriksaan Tahun 2009, tidak  lagi ditemukan tumor yg terdeteksi pada thn 2008. Bahkan tumor yg
didiagnosa ada di rahim juga menghilang.
Sekarang ini keluarga Nia memulai tiap harinya dengan minum Tahitian Noni terlebih dahulu.
Suami dan anak2 sudah keranjingan minum karena suami yg menderita maag akut bisa terobati, anak2
yg mengidap asma tidak lagi kambuh dan terlepas dari ventolin/inhaler.
TNBB merupakan solusi terbaik bagi kami sekeluarga dalam meningkatkan gairah hidup. Selain menjadi sehat tetapi juga income mengalir melalui peluang bisnis yg bisa kita jalankan di Tahitian Noni International” jelas Nia.

Dr. Sri Purwaningsih Bebas Dari Kanker Payudara

Hampir tiga tahun sejak akhir 2005 dr.Pur berjuang melawan kanker payudara yg menyerangnya.
Satu-satunya jalan mengobati adalah kemoterapi. Selama hampir enam bulan sejak Januari 2006 sampai
Juni 2006 dr.Pur menjalani kemoterapi hingga 6 kali yaitu setiap 4 minggu sekali.
” Efek kemoterapilah yg membuat saya tersiksa. Bayangkan selama dua minggu lebih saya mual dan
muntah. Belum lagi rambut rontok dan kulit mengering. Bahkan terasa cairan pada sendi2 mengering
sehingga setiap pergerakan tubuh disertai sakit luar biasa.
Sayang sekali saya baru dikenalkan Tahitian Noni/TNBB pada akhir Maret 2009 lalu. Padahal setelah saya minum dgn dosis 2 x 100cc tubuh saya terasa nyaman ,” terang dr.Pur yg staminanya bertambah baik setiap hari.
Bulan April 2010 yg lalu memeriksakan diri ke RSCM, tidak ditemui adanya kanker lagi.
” Hasil pemeriksaan yg negatif terhadap semua tanda kanker membuat saya semangat berbagi resep
sehat kepada teman-teman yg mengalami hal serupa dengan saya. TNBB tidak saja membuat istirahat
dan nafsu makan saya membaik namun segala fungsi organ tubuh saya diperbaiki. Buktinya saya tidak
lagi merasakan hal-hal janggal pada diri saya. Terima kasih TNBB,” ujar dr.Pur yg merasakan
stabilitas tubuhnya terus membaik dari hari ke hari.

.
Tumor Ganas Menyerang Payudara Rani Ambasari.

Di tahun 2007 ditemukan benjolan sebesar bakso kecil pada payudara Rani Ambasari (28 thn). Hasil
USG menunjukkan benjolan tersebut hanya tumor jinak. Meskipun tidak berbahaya tumor itu harus
diangkat. Setelah operasi diadakan pemeriksaan patologi dan ternyata tumor tersebut ganas.
Rani disarankan menjalani radioterapi atau penyinaran untuk menuntaskan sisa-sisa sel kanker
dalam tubuhnya. Rani enggan disinar karena takut efek samping yaitu kulit gosong dan hitam.
Radioterapi mematikan sel kanker tetapi mematikan sel-sel sehat juga.
Setelah satu tahun menunda, pada 2008 Rani menjalani 30 kali radioterapi selama 2,5 bulan. Tiga
bulan setelah selesai, hasil tes darahnya ca15-3 cukup baik dan penanda tumor (Tumor Marker = TM)
adalah sembilan (rujukannya max. 28) dan Rani puas.
Namun tiga bulan kemudian dari hasil tes darah Rani mendapat berita buruk. “Rani, penanda tumormu
naik jadi 14. Ada kemungkinan benjolanmu akan muncul lagi,” kata dokter.
Rani diminta menjalani enam kali kemoterapi tapi dia menolak karena ngeri pada efek sampingnya.
Tiga bulan setelah itu Rani jatuh sakit, demam tinggi sebulan penuh, kepala sebelah kanan seperti
ditusuk-tusuk. Akhirnya dia anfal, terbaring lemah diranjang, tak bisa jalan dan makanan  tidak
bisa masuk ketubuh. Ia  dirawat dirumah sakit selama seminggu dan ternyata penanda tumornya sudah
25. Tanpa perubahan Rani keluar Rumah Sakit dengan dongkol. Ia juga tidak mau minum obat medis
lagi karena lelah minum obat selama sakit.
Pada saat itulah seorang teman mengirimnya Tahitian Noni (TNBB). Awalnya Rani menolak karena
sudah merasa putus asa, tapi kemudian tertarik karena berbentuk jus dan bukan tablet seperti obat
yg biasa diminumnya.
” Tadinya saya hanya berniat menyembuhkan jerawat di wajah dan minum 4 x 60cc sehari.”
Tiga bulan setelah rutin minum TNBB, penanda tumornya turun jadi 17. Bahkan pada bulan kesembilan penanda tumornya mencapai titik aman 9.
” Sekarang saya segar bugar walaupun banyak pekerjaan. Tidak pernah jatuh sakit lagi dan hingga
kini terus minum TNBB. Saya yakin apapun ciptaan Tuhan pasti ada manfaatnya, dan buah Noni adalah salah satunya .” kata Rani.

Iridoid Sang Vital Kehidupan.

Apa itu iridoid ?
Tahun 1955 Dr.Ralph Heinicke seorang biochemist yg dikenal sebagai “Father of Noni” menemukan suatu zat yg
disebut xeronine. Zat ini sangat vital dalam kehidupan sel  sehingga dia meneliti makanan2 yg memiliki zat tsb.
Dia kemudian menemukan bahwa dalam tumbuhan Morinda Citrifolia atau tumbuhan Noni terdapat kandungan proxeronine yg melimpah. Melalui proses dalam tubuh, proxeronine ini berubah menjadi xeronine/iridoid yaitu zat yg demikian pentingnya bagi kehidupan sel tubuh. Zat ini berperan membuka pori-pori sel sehingga racun/kotoran dalam sel bisa keluar dan nutrisi dapat masuk.
Dengan demikian sel2 tubuh yg sebelumnya rusak/sakit oleh berbagai sebab, menjadi sehat kembali.
Dalam hal ini Tahitian Noni bekerja pada tingkat molekular sel.

Peran iridoid yg sangat vital.
- Manfaat dasar mengaktifkan sel-sel
- Mengatasi kecanduan/ketagihan
- Meningkatkan tumbuhnya sel2 baru, memperbaiki sel2 yg rusak.
- Menghilangkan rasa sakit, analgesics
- Meningkatkan vitalitas
- Menormalkan fungsi hypothalamus dan pituitary
- Meningkatkan konsentrasi, menjernihkan pikiran, mengurangi rasa cemas dan reaksi stress.

Mengapa manusia perlu tambahan iridoid ?
- Kondisi tanah yg makin kurus, tercemar polusi,logam berat, dll. Akibatnya sumber makanan miskin nutrisi dan           mengandung kimia unorganik berbahaya.
- Gaya hidup modern dengan asupan yg jelek.
- Kondisi sakit dan stress akibat gaya hidup superaktif.
- Iridoid adalah kebutuhan dasar agar protein dan nutrisi lainnya dapat berfungsi/berguna.
- Bekerja pada tingkat molekular untuk meningkatkan seluruh system vital dalam tubuh.
- Memodulasi protein fungsional ketingkat balance dan harmony.
- Memperbaiki sel sakit menjadi normal, mengganti yg rusak.

Secara ilmiah telah dibuktikan bahwa iridoids :
menurunkan radikal bebas berbahaya, membantu mempertahankan kolesterol HDL sehat pada level normal, meningkatkan energy, mendorong kesehatan jantung, meningkatkan sistim immune/kekebalan,dan melindungi sel.

Tahitian Noni Bioaktive Beverage adalah suplemen paling cerdas karena sifat Adaptogenic Noni Iridoid yg
dikandung. Iridoid sebagai solusi terbaik mengatasi berbagai macam masaalah kesehatan.
Dalam hal ini Bioaktif Tahitian Noni punya iridoid untuk empat unsur sehat menurut WHO yaitu sehat :
JASMANI, ROHANI, SOSIAL DAN SPIRITUAL.

Sembuh dari sakit Typhus

Luar biasa terjadinya pemulihan kesehatan pak Fatah. Beliau menderita komplikasi penyakit jantung bocor, gula tinggi dan ginjal, mengalami kesembuhan setelah minum Tahitian Noni/TNBB selama dua tahun dengan takaran  2 x 30cc.
Pengalaman ini juga menjadikan putrinya Dhifa alami kesembuhan dari sakit typhus.

Tahun 2010 yg lalu putrinya Nadhifa Desi Wulansari mengalami demam tinggi hingga menggigil.
Khawatir dengan keadaan yg tidak kunjung membaik setelah minum obat bebas, sang bunda ibu Nuraini
membawanya ke rumah sakit untuk periksa darah. Dari hasil cek darah, dokter menyatakan Nadhifa terkena
typhus dan harus menjalani rawat inap. Namun karena ruang rawat inap di rumah sakit bersangkutan sedang penuh  maka bunda memutuskan membawa pulang sang putri menjalani perawatan dirumah.

Setelah dirumah ibu Nuraini teringat akan produk Tahitian Noni Bioaktive Beverage (TNBB) dan langsung meminumkannya pada Dhifa.
Sesudah konsumsi dua kali dengan takaran 15cc demamnya mulai turun dan buang air besarnya berwarna hitam.

Selanjutnya minum TNBB 3 x 15cc/hari. Setelah lima hari kondisi Dhifa segar dan sembuh total.
Buang air besarnya pun sudah normal dan tidak hitam lagi.

Kissah TAHITIAN NONI International


1995, John Wadsworth , seorang ilmuwan makanan dan ahli gizi yg sebelumnya telah melakukan studi pribadi tentang noni, mengunjungi Tahiti dan berbicara langsung dengan penduduk dan pejabat pejabat pemerintahan. Setelah menemukan sebuah lembah terisolasi dan dipenuhi pohon noni dia melaporkan, “Buah itu akan memberkati kehidupan jutaan orang dan akan memberkati kehidupan orang-orang Tahiti “.

Juli 1996, Morinda Inc., perusahaan induk Tahitian Noni International (TNI) didirikan di Lindon, Utah oleh : John Wadsworth, Stephen Story, Kerry Asay, Kim Asay dan Kelly Olsen. Beberapa tahun kemudian kantor Pusat (TNI) berkedudukan di Provo, Utah.

1997, Perusahaan ini menempatkan 33 juta dollar untuk pemasaran selama tahun pertama bisnisnya. Satu keistimewaan produk-produk Tahitian Noni adalah pengawasan yg ketat terhadap seluruh proses pabriknya untuk memastikan kualitas yg tidak dapat tertandingi. Para penuai secara khusus dilatih bagaimana dan kapan buah harus dipetik, dengan tujuan mempertahankan kesejahteraan pohonnya dan keutuhan lingkungan pulaunya.

1998, dalam usia dua tahun  perusahaan ini. Penjualan kotor produk-produk Tahitian Noni mencapai 130 juta dollar.

1999,  tonggak sejarah baru. Penjualan sebulan mencapai 30 juta dollar. Total penjualan tahunan 300 juta dollar.

2001, Perusahaan ini menempati peringkat nomor 26 dari 500 perusahaan swasta yg tercepat pertumbuhannya di Amerika Serikat.

2002, Kantor Pusat TNI yg baru dibuka di Provo, Utah seluas 150000 kaki2 (13.935m2).

2003, Penjualan kumulatif mencapai 2 milyar dolar. 1 milyar dollar komisi kumulatif dibayarkan kepada para distributor.

3 Desember 2005, open house untuk Tahitian Noni International Indonesia. Tahitian Noni International adalah perusahaan dengan kecepatan berkembang no.4 didunia dibawah Google, Intel, dan Fedex.

Augustus 2011, dari  penelitian pada 1400 perusahaan besar di Amerika dinyatakan bahwa Tahitian Noni International adalah salah satu perusahaan paling sehat.

Suatu Kissah Yang Dimulai Ribuan Tahun Lalu

Sekitar 4000 – 2000 Sebelum Masehi (SM), Noni yg disebut “Ashyuka” digunakan dalam sistem medis ” Ilmu Pengetahuan akan Kehidupan yg Panjang ” oleh orang Asia kuno. Naskah Ayurvedik kuno menyebut noni Ashyuka, bahasa Sansekerta menyebutnya “umur panjang”. Naskah tersebut menjelaskan bahwa noni menyeimbangkan tubuh, menstabilkannya dalam keadaan harmonis yg sempurna.
Sekitar 500 SM, para penjelajah meninggalkan Asia Tenggara, melakukan penyelidikan bagi cakrawala baru menyeberangi lautan. Mereka membawa serta tanaman yg diperlukan untu mempertahankan hidup seperti kelapa, pandanus, singkong, dan Noni yg berharga dan dinilai sebagai rahasia kesehatan.
Sekitar 200 SM – 200 M, para penjelajah yg jadi leluhur orang Polinesia menempati kepulauan bergunung api yg sekarang dikenal sebagai “Tahiti Nui”, merupakan lingkungan yg sempurna bagi Noni berkembang. Tanah yg subur, udara yg bersih dan sedikit flora lainnya membuat Noni tumbuh secara liar dan jadi pilar peradaban orang Polinesia. Tahiti didiami oleh orang Tahiti yg menyebarkan buah noni diseluruh Pasifik.
1769 M, Kapten James Cook dan krunya menemukan kepulauan yg bagaikan firdaus Tahiti. Dia mencatat penggunaan noni diantara penduduknya. Selama berabad-abad orang Tahiti hidup dalam keharmonisan bersama tanaman noni mereka dan memperoleh manfaat dari khasiatnya yg meningkatkan kesehatan. Semua bagian dari tanaman noni digunakan : buah, daun, benih, dan kulit kayunya. Pemahaman dan penggunaan noni diteruskan dari generasi ke generasi di Polinesia.

 Page 1 of 3  1  2  3 »