Saturday, February 11th, 2012 at
8:34 pm
Ratna Monoarfa Terhindar Dari Operasi Kanker.
Di usia remaja Ratna (61 thn) pernah operasi pengangkatan tumor payudara.
Pasca operasi Ratna hidup tanpa khawatir tumor tersebut akan datang lagi. Minimnya informasi
dan kalaupun ada info tentang pola hidup untuk mencegah kembalinya tumor ia tidak perdulikan.
” Itulah kesalahan terbesar saya ” kata Ratna.
” Sektar thn 2006, saya periksa di sebuah Rumah Sakit di Surabaya karena
puting saya saat itu masuk kedalam. Secara positif dokter memvonis bahwa saya mengalami kanker
payudara. Keputusan medis menyatakan bahwa operasi adalah jalan satu-satunya untuk kesembuhan
saya ,” cerita Ratna.
Merasa takut dioperasi, Ratna menjalani berbagai macam pengobatan alternatif seperti akupunktur,
dan minum jamu-jamuan tradisional.
” Saya terpaksa menahan rasa sakit di payudara karena tidak ingin operasi. Alhamdulillah ada
seorang rekan mengenalkan Tahitian Noni (TNBB) pada saya. April 2009 menjadi bulan pertama saya
minum Tahitian Noni dengan dosis 3 x 15cc. Efek positif setelah minum TNBB ini adalah penyakit
insommia yg telah bertahun-tahun saya derita jadi hilang. Sebelumnya saya biasa tidur diatas jam
12 malam, sekarang jam 10 malampun sudah bisa tidur. Setelah beberapa minggu minum, benjolan
sekitar payudara mengempis dan rasa sakit berangsur hilang .” Demikian Ratna menceritakan sebagai
rasa syukur atas kesembuhannya. ” Semoga bermanfaat,” jelasnya.
Tumor Payudara Yang Menyiksa Nia Kurniasih Akhirnya Hilang.
Sejak usia 17 thn Nia Kurniasih (47) sudah menderita Tumor payudara, bahkan di usia remaja itu
dia sudah menjalani operasi tumor di payudara kanannya.
Tahun 1993 ditempat yg sama ditemukan lagi tumor, sehingga harus dilakukan operasi pengangkatan.
Meskipun dokter mengatakan bahwa tumor tsb tergolong jinak namun tidak hilangkan khawatir,
sehingga Nia hanya bisa pasrah dan terus menjaga kesehatannya.
Tahun 2006 khawatirnya jadi kenyataan. Di bagian yg sama kembali ditemukan tumor sehingga operasi
yg ketiga harus dilakukan lagi. Bahkan putri pertamanya yg baru berusia 20 thn juga harus menjalani
operasi tumor di payudara.
Sejak saaat itu Nia dan keluarga harus langganan ke rumah sakit untuk memeriksakan kesehatan.
Tahun 2008 hasil pemeriksaan pada Nia ditemukan sebuah titik tumor pada payudara kiri.
” Mau bagaimana lagi, saya harus terus berusaha berjuang melawannya, sampai akhirnya saya dikenalkan
dengan Tahitian Noni (TNBB) pada bulan Desember 2008. Mulanya karena tidak enak sama teman yg
menawarkan, saya terpaksa membelinya. Karena mahal maka saya hanya rutin minum 2 x 15cc,” kata Nia.
Pemeriksaan Tahun 2009, tidak lagi ditemukan tumor yg terdeteksi pada thn 2008. Bahkan tumor yg
didiagnosa ada di rahim juga menghilang.
Sekarang ini keluarga Nia memulai tiap harinya dengan minum Tahitian Noni terlebih dahulu.
Suami dan anak2 sudah keranjingan minum karena suami yg menderita maag akut bisa terobati, anak2
yg mengidap asma tidak lagi kambuh dan terlepas dari ventolin/inhaler.
“TNBB merupakan solusi terbaik bagi kami sekeluarga dalam meningkatkan gairah hidup. Selain menjadi sehat tetapi juga income mengalir melalui peluang bisnis yg bisa kita jalankan di Tahitian Noni International” jelas Nia.
Dr. Sri Purwaningsih Bebas Dari Kanker Payudara
Hampir tiga tahun sejak akhir 2005 dr.Pur berjuang melawan kanker payudara yg menyerangnya.
Satu-satunya jalan mengobati adalah kemoterapi. Selama hampir enam bulan sejak Januari 2006 sampai
Juni 2006 dr.Pur menjalani kemoterapi hingga 6 kali yaitu setiap 4 minggu sekali.
” Efek kemoterapilah yg membuat saya tersiksa. Bayangkan selama dua minggu lebih saya mual dan
muntah. Belum lagi rambut rontok dan kulit mengering. Bahkan terasa cairan pada sendi2 mengering
sehingga setiap pergerakan tubuh disertai sakit luar biasa.
Sayang sekali saya baru dikenalkan Tahitian Noni/TNBB pada akhir Maret 2009 lalu. Padahal setelah saya minum dgn dosis 2 x 100cc tubuh saya terasa nyaman ,” terang dr.Pur yg staminanya bertambah baik setiap hari.
Bulan April 2010 yg lalu memeriksakan diri ke RSCM, tidak ditemui adanya kanker lagi.
” Hasil pemeriksaan yg negatif terhadap semua tanda kanker membuat saya semangat berbagi resep
sehat kepada teman-teman yg mengalami hal serupa dengan saya. TNBB tidak saja membuat istirahat
dan nafsu makan saya membaik namun segala fungsi organ tubuh saya diperbaiki. Buktinya saya tidak
lagi merasakan hal-hal janggal pada diri saya. Terima kasih TNBB,” ujar dr.Pur yg merasakan
stabilitas tubuhnya terus membaik dari hari ke hari.
.
Tumor Ganas Menyerang Payudara Rani Ambasari.
Di tahun 2007 ditemukan benjolan sebesar bakso kecil pada payudara Rani Ambasari (28 thn). Hasil
USG menunjukkan benjolan tersebut hanya tumor jinak. Meskipun tidak berbahaya tumor itu harus
diangkat. Setelah operasi diadakan pemeriksaan patologi dan ternyata tumor tersebut ganas.
Rani disarankan menjalani radioterapi atau penyinaran untuk menuntaskan sisa-sisa sel kanker
dalam tubuhnya. Rani enggan disinar karena takut efek samping yaitu kulit gosong dan hitam.
Radioterapi mematikan sel kanker tetapi mematikan sel-sel sehat juga.
Setelah satu tahun menunda, pada 2008 Rani menjalani 30 kali radioterapi selama 2,5 bulan. Tiga
bulan setelah selesai, hasil tes darahnya ca15-3 cukup baik dan penanda tumor (Tumor Marker = TM)
adalah sembilan (rujukannya max. 28) dan Rani puas.
Namun tiga bulan kemudian dari hasil tes darah Rani mendapat berita buruk. “Rani, penanda tumormu
naik jadi 14. Ada kemungkinan benjolanmu akan muncul lagi,” kata dokter.
Rani diminta menjalani enam kali kemoterapi tapi dia menolak karena ngeri pada efek sampingnya.
Tiga bulan setelah itu Rani jatuh sakit, demam tinggi sebulan penuh, kepala sebelah kanan seperti
ditusuk-tusuk. Akhirnya dia anfal, terbaring lemah diranjang, tak bisa jalan dan makanan tidak
bisa masuk ketubuh. Ia dirawat dirumah sakit selama seminggu dan ternyata penanda tumornya sudah
25. Tanpa perubahan Rani keluar Rumah Sakit dengan dongkol. Ia juga tidak mau minum obat medis
lagi karena lelah minum obat selama sakit.
Pada saat itulah seorang teman mengirimnya Tahitian Noni (TNBB). Awalnya Rani menolak karena
sudah merasa putus asa, tapi kemudian tertarik karena berbentuk jus dan bukan tablet seperti obat
yg biasa diminumnya.
” Tadinya saya hanya berniat menyembuhkan jerawat di wajah dan minum 4 x 60cc sehari.”
Tiga bulan setelah rutin minum TNBB, penanda tumornya turun jadi 17. Bahkan pada bulan kesembilan penanda tumornya mencapai titik aman 9.
” Sekarang saya segar bugar walaupun banyak pekerjaan. Tidak pernah jatuh sakit lagi dan hingga
kini terus minum TNBB. Saya yakin apapun ciptaan Tuhan pasti ada manfaatnya, dan buah Noni adalah salah satunya .” kata Rani.